Selasa, 28 Februari 2023

Retorika


Bagaimanapun cerita yang kita rangkai, tangis pasti mengiringi. Aku tak mampu untuk berkata bahwa kita akan baik-baik saja, itu mustahil. 

Kau juga aku, masih manusia yang entah esok atau lusa mungkin akan melakukan satu, dua, tiga bahkan entah terhitung berapa banyak kesalahan besar atau kecil yang akan kita lakukan.

Kelak, kau akan melambung tinggi, meskipun tidak menyentuh garis khatulistiwa, karena itu terlalu mengada-ada. Tapi, aku sudah meramalnya terlebih dahulu, sayang. 

Aku percaya kau akan mampu menyentuh mimpi-mimpimu dengan jemarimu yang penuh peluh dahulu. Meski yang aku khawatirkan adalah: akankah saat masa itu tiba, masih jemariku yang kau genggam dengan penuh percaya diri? Atau aku hanya terduduk di beranda belakang?


Semoga saja, Kelak, aku juga akan berada di udara bersama denganmu. Kita menggapai mimpi masing-masing dan pulang kepada yang sama.

Sabtu, 31 Desember 2022

01 Januari 2022


Kita harus takjub

Karena Tuhan 

Tetap memasihkan

Hingga hari ini

Bersama napas pertama kita

Happy New Years


 Bagai meniti jembatan pelangi. Itulah tahun 2022 bagi saya. Tahun yang sudah berlalu, tapi kesan yang ditinggalkan tak lenyap semudah itu. Begitu banyak warna di sana, namun perjalanannya tak semulus yang terlihat. 


Tadinya saya akan menulis tahun 2022 sebagai tahun yang banyak cobaan, tetapi saya urungkan, dan saya menggantinya sebagai tahun yang banyak tantangan. Tantangan yang terus memacu saya untuk belajar dan mencari tahu soal hal2 baru, tantangan yang terus menempa saya untuk kuat bertahan, tantangan yang saat dilewati membuat wawasan dan kemampuan saya terus bertambah, membuat saya berasa dapat nilai tambah. 


Dengan itu semua, saya bersyukur, bersyukur, dan bersyukur, karena 2022 membawa saya mendalami hal-hal yang sebelumnya tak saya utamakan, mempertemukan saya dengan orang-orang hebat yang 'influencing', membuat saya kenal dengan orang-orang hebat yang siap menghadapi tantangan lebih lagi di masa depan. 


Kini, lembaran 2023 dimulai. Semoga jembatan pelangi menuntun ke hamparan kesempatan yang lebih luas, berwarna, dan bermakna. 


Selamat Tahun Baru 2023 ðŸ¥³

Kamis, 29 Desember 2022

Tragedi


 Setiap pagi, dipagi hari yang pagi sekali, aku giat mendoakan segala kebaikan yang paling baik seperti apa yang kau ingin di hari ini. 

Setiap siang, di siang hari yang terik sekali, aku kerap mencemaskan bagaimana cara matahari bekerja untuk kau. Aku hawatir kau mengeluh tentang panas, debu, polusi, dan kenyataan-kenyataan hidup yang lain. 

Di setiap sore, di sore hari yang paling temaram, aku senang memikirkan kau yang apakah sudah makan seharian?

Dan di setiap malam, di malam hari yang paling diam. Aku senang memandangmu sebagai bulan sedang aku hanyalah bintang-bintang yang banyak, yang hanya sanggup memandangi jarak. Dalam satu hari, tidak akan ada waktu yang alpha, selalu ada ruang seluas atau sesempit apapun untuk merindukan orang seperti kau. 

Aku harap kau tetap dan terus sehat sayang

Jumat, 09 Desember 2022

Doa dan Cinta untuk Ceisya

 


Kau tidur terlentang pukul 23:42, di atas kasur,

tempat segala air mata mengalir, juga air yang lain.

Halaman masih basah karena hujan beberapa jam yang lalu.


Aku ingin sekali membawa kau ke tempat yang indah

Membuang segala yang sakit dari diri kita

Atau mengarungi air jernih,

menghanyutkan segala yang buruk dari kita

Atau ke hutan kita sayang,

kita ciumi aroma basah tanah dan daun-daun kering

Dengan tubuh bergetar menahan dingin. 


Setelah nanti kita diberi bunga hati, sayang.

Yang tidak henti-hentinya orang pertanyakan

Yang tidak henti hentinya kita doakan

Aku ingin memelukmu dengan banyak syukur

yang penuh renjana 


Aku ingin kita menikmati segala yang ada saat ini

Kesedihan seperti hujan yang akan segera teduh, bukan?

atau sepeti terik yang akan segera lindap, bukan? 


Aku tutup puisi ini, sayang.

Dengan doa-doa baik, dan cinta

yang meskipun tidak mampu menyibak

kabut takdir apapun di depan sana. 

Senin, 05 Desember 2022

Menuntut Mesra


Begitu rumit jalan

Untuk aku menjangkaumu

Begitu mulus dan mudah jalan

Untuk aku melukaimu


Sayang, setelah badai ini

Aku akan menuntut mesra 

Dengan sangat keras kepala


Saat ini kita telah belajar

Bahwa dekat adalah sekat yang paling kokoh

Bahwa diam adalah pisah yang paling jauh

Bahwa gigil adalah peluk yang paling hangat

Bahwa sunyi adalah sapa yang paling asing 

Bahwa rindu adalah puisi yang paling bisu








Selasa, 29 November 2022

Surat Untukmu; Abah Mertua


376 hari kami tanpa suaramu

376 hari kami tanpa nasehat-nasehatmu

376 hari kami berusaha bangkit tanpamu Abah,

Meski harus jatuh berkali-kali

Tapi kekasihmu yang kau tinggalkan di sini

Selalu punya doa untuk kami

Agar kami selalu mampu untuk bangkit

 

Kerut di dahi kekasihmu, kini semakin nyata Abah

Lelah di matanya makin terlihat

Uban di kepalanya kian riuh

Langkahnya kian melambat

Namun dia masih tetap hebat seperti kekasih yang kau kenal


Abah, 

Dalam pelukan Ummi kuziarahi makammu

Kudengar ummi menyebut nama Tuhan beserta kekasih-Nya

Juga namamu sebagai kekasihnya


Retorika

Bagaimanapun cerita yang kita rangkai, tangis pasti mengiringi. Aku tak mampu untuk berkata bahwa kita akan baik-baik saja, itu mustahil.  K...